Sejarah

Dengan berubahnya status PERTAMINA sebagai suatu perseroan BUMN, maka kini selain mengemban peran PSO (Public Service Obligation), PERTAMINA dituntut untuk meraih laba dan menciptakan nilai bagi negara dan para pemangku kepentingan. Oleh karena itu PERTAMINA kini harus mampu mengelola keseluruhan spektrum usahanya dengan efektif dan efisien. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah dengan melakukan pemilahan segmen usaha dan pengelolaannya agar dapat fokus dan tanggap terhadap persaingan usaha.

Pada awalnya Drilling Services merupakan fungsi bor di dalam organisasi PERTAMINA Direktorat Eksplorasi & Produksi. Upaya menjadikan Drilling Services sebagai anak perusahaan sudah lama dilakukan, tetapi belum berhasil karena munculnya beberapa kendala pada saat pelaksanaannya.

Menyikapi kondisi tersebut, pada tahun 1993 ada upaya untuk mengubah fungsi bor menjadi bor mandiri. Upaya ini gagal karena ditolak oleh DKPP. Pada tahun 1996 pernah dicoba untuk dialih kelola oleh YKPP (SK.160/C00000/96-S0, tanggal 16 September 1996), tetapi upaya inipun gagal karena tidak tercapainya kesepakatan pembebanan.

Lalu pada tahun 1999 mulai lagi dirintis pengelolaan fungsi bor menjadi Unit Usaha Bor EP (Ref. SK Direktur Utama No. Kpts-104/C0000/1999-S0 tanggal 29 Mei 1999). Ternyata langkah ini membawa hasil yang positif.

Selanjutnya pada tahun 2001, dibentuk organisasi sementara dengan nama PERTAMINA Drilling Services Indonesia (PT. PDSI) (SK-Kpts. 91/D00000/2001-S0, tanggal 18 Juli 2001). Lalu pada tahun 2002 berganti nama lagi menjadi Drilling Services Dit. Hulu (Ref. SK Dirut No. Kpts-113/C00000/2001-S0, tanggal 23 Oktober 2001 dan SK Direktur Hulu No. Kpts-011/D00000/2002-S0, tanggal 26 Februari 2002).

Dalam perkembangannya, Drilling Services menjadi unit usaha Direktorat Hulu sampai dengan bulan September 2005 dan kemudian beralih menjadi bagian dari Direktorat Pengembangan Usaha PT. PERTAMINA EP. Akhirnya pada tanggal 17 Juli 2006, berdasarkan SK Dirut No. Kpts-081/C00000/2006-S0, struktur organisasi Drilling Services Dit Hulu dikembalikan menjadi unit usaha di bawah Direktorat Hulu sebagai persiapan membentuk Anak Perusahaan di tahun 2007.

PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PT. PDSI) didirikan berdasarkan Akta Notaris Marianne Vincentia Hamdani No. 13, tanggal 13 Juni 2008. Pemegang Saham adalah PT Pertamina (Persero) sebesar 99,87% dan PT Pertamina Hulu Energi (PT PHE) sebesar 0,13%.