Tata Kelola Perusahaan

Dalam menjalankan kegiatan operasinya PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) berinteraksi secara kelembagaan dengan pihak-pihak lain yang terkait (stakeholder), yang seringkali terjadi benturan kepentingan. Di sinilah manajemen mengupayakan perlunya keseimbangan perlakuan yang dimaksudkan agar perusahaan mampu mempertahankan eksistensinya dan bermanfaat bagi seluruh entitas masyarakat. Dalam konteks itulah, tata kelola perusahaan (corporate governance) dijalankan, karena ia mengatur aspek-aspek yang terkait dengan keseimbangan internal dan eksternal. Corporate governance merupakan proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan urusan kegiatan perusahaan. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kemakmuran bisnis dan akuntabilitas perusahaan, agar dapat mewujudkan value bagi pemegang saham dalam jangka panjang dengn tetap mempertahankan kepentingan stakeholder lainnya.

Good corporate governance pada tataran PT. PDSI didefinisikan sebagai pola pikir, pola tindak, dan pola kerja di seluruh jajaran fungsi perusahaan, guna menciptakan system kerja yang efektif dan efisien, dalam pengelolaan sumber daya dan usaha serta meningkatkan tanggungjawab manajemen pada pemegang saham dan stakeholder lainnya.

Code of Conduct - Etika Usaha dan Tata Perilaku

Code of Corporate Governance - Pedoman Tata Kelola

Pedoman Gratifikasi PDSI 2014

Board Manual

_______________________________

Adapun tujuan penerapan GCG di PT. PDSI adalah dimaksudkan untuk :

    1. Memaksimalkan value perusahaan dnegan cara meningkatkan penerapan prinsip-prinsip transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, dan kewajaran dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan

    2. Terlaksananya pengelolaan perusahaan secara professional dan mandiri

    3. Terciptanya pengambilan keputusan oleh seluruh organ perusahaan yang didasarkan pada nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku

    4. Terlaksananya tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) terhadap stakeholder

    5. Meningkatkan iklim investasi nasional yang kondusif, khususnya di bidang drilling

      ___________________________________

      Adapun prinsip-prinsip GCG yang dijalankan PT. PDSI adalah :

        • Transparansi , Keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.

        • Kemandirian, Perusahaan dikelola secara professional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/ tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat

        • Akuntabilitas, Kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif dan efisien

        • Pertanggungjawaban, Kesesuaian dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat

        • Kewajaran, Keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku

        ___________________________________

        Dalam menjalankan kegiatan operasinya PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) berinteraksi secara kelembagaan dengan pihak-pihak lain yang terkait (stakeholder), yang seringkali terjadi benturan kepentingan. Di sinilah manajemen mengupayakan perlunya keseimbangan perlakuan yang dimaksudkan agar perusahaan mampu mempertahankan eksistensinya dan bermanfaat bagi seluruh entitas masyarakat. Dalam konteks itulah, tata kelola perusahaan (corporate governance) dijalankan, karena ia mengatur aspek-aspek yang terkait dengan keseimbangan internal dan eksternal. Corporate governance merupakan proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan urusan kegiatan perusahaan. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kemakmuran bisnis dan akuntabilitas perusahaan, agar dapat mewujudkan value bagi pemegang saham dalam jangka panjang dengn tetap mempertahankan kepentingan stakeholder lainnya.

        Good corporate governance pada tataran PT. PDSI didefinisikan sebagai pola pikir, pola tindak, dan pola kerja di seluruh jajaran fungsi perusahaan, guna menciptakan system kerja yang efektif dan efisien, dalam pengelolaan sumber daya dan usaha serta meningkatkan tanggungjawab manajemen pada pemegang saham dan stakeholder lainnya.

        ___________________________________

        Dewan Komisaris

        Dewan Komisaris memberikan pengarahan kepada Direksi dalam proses penyusunan visi, misi serta rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). Dewan Komisaris juga telah memberikan rekomendasi, mengevaluasi dan menyetujui keputusan manajemen dan tindakan strategis yang diusulkan oleh Direksi, memonitor praktek manajemen risiko dan mengawasi pelaksanaan tata kelola perusahaan dan kinerja Direksi.

        ___________________________________

        Direksi

        Direksi bertanggungjawab menyusun strategi bisnis, anggaran dan rencana kerja sesuai dengan visi, dan misi perusahaan serta RKAP dan RJPP. Direksi juga bertanggung jawab terhadap struktur pengendalian internal dan penerapan manajemen risiko dan praktek-praktek tata kelola perusahaan yang baik. Direksi memastikan praktek akuntansi dan pembukuan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, memberikan perhatian pada pelaksanaan audit internal, melakukan tindak lanjut yang diperlukan sesuai arahan Dewan Komisaris dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sesuai dengan peraturan yang ada saat ini, Direksi bertanggungjawab terhadap laporan keuangan perusahaan dan keputusan RUPS. Jajaran Direksi mengadakan rapat rutin seminggu sekali dan rapat bersama Dewan Komisaris minimal sebulan sekali.

        Guna memenuhi ketentuan dalam Anggaran Dasar Perusahaan maupun Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Direksi menyampaikan laporan tahunan kepada RUPS yang di dalamnya terdapat laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan. Untuk itu Pemegang Saham melalui Dewan Komisaris telah menunjuk Ernst & Young sebagai auditor eksternal independen untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2009. Selama tahun buku 2009 Kantor Akuntan Publik tersebut tidak memberikan jasa lain kepada perusahaan selain jasa audit ini sehingga tidak terjadi benturan kepentingan dalam pelaksanaan proses audit.

        ___________________________________

        Jalur Komunikasi Dengan Pihak Yang Berkepentingan

        PT. Pertamina Drilling Services Indonesia menyambut baik informasi dari para pihak yang berkepentingan dan menyediakan sarana pos, e-mail dan telepon untuk memfasilitasi hal ini. Standar prosedur operasional PT. Pertamina Drilling Services Indonesia memastikan bahwa setiap keluhan yang diterima dapat diselesaikan. Sepanjang tahun 2009 keluhan yang masuk telah berhasil diselesaikan dengan Index Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Index) tercapai 89,35 % melampaui target RKAP sebesar 75 %.

        Masyarakat umum dapat mencari atau berbagi informasi melalui telepon ke +62 21 25535300 (hunting). Sedangkan di Drilling Area, korespondensi dapat ditujukan ke masing-masing area kerja PT. PDSI.

        ___________________________________